ANOAnews.com | Friday, 25 July 2014 18:21:52
 
logo

ANOAnews

Berita - Wisata - Promosi - Direktori

Produktifitas Mete Menurun

Jumat, 06 Desember 2013 08:22 WIB - Hit : 77
Kendari, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu sentra produksi mete di tanah air. Namun produksi mete tiap tahun cenderung menurun. Data statistik memperlihatkan produksi jambu mete Sultra tahun 2011 hanya 14,9 ribu ton. Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding produksi dua tahun sebelumya yang mencapai 30,9 ribu ton.
    
Kepala Seksi Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Bartolomius mengatakan penurunan produksi mete disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab terbesar karena penurunan produktifitas tanaman dan bekurangnya luas areal tanam jambu mete.         "Sebagian besar tanaman jambu mete kita sudah tua. Umurnya berkisar 20-30 tahun bahkan lebih. Akhirnya, produktifitas menurun. Terlebih lagi, areal tanam berkurang karena tanaman banyak yang mati. Entah karena serangan hama atau pemeliharaan yang tidak teratur sehingga tanamannya mati," ujarnya kemarin.
    
Sadar akan hal itu, berbagai program pun dilakukan untuk mencegah penurunan produksi yang lebih parah. Salah satu terobosan yang dilakukan yakni rehabilitasi tanaman dengan melakukan peremajaan tanaman yang sudah tua. Program tersebut diwujudkan dengan merintis lokasi percontohan (demplot) sejak awal 2013. Kabupaten Muna dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan demplot tersebut dengan luas lahan mencakup dua hektar. Jika berhasil, program itu nantinya akan dilakukan pada daerah lain dengan potensi pengembangan tanaman mete yang berprospek.  
    
"Teknisnya dilakukan dengan memotong batang induk yang sudah tua, menyisakan 1,5 meter diatas permukaan tanah. Setelah tunas bermunculan, dipilih beberapa tunas yang bagus pertumbuhanya lalu dilakukan penyambungan pucuk. Hal itu dapat mempercepat proses pembungaan. Sejauh ini, hasilnya memuaskan karena berdasarkan hasil pengamatan, perkembangan tanaman sangat menjanjikan," kata Bartolomius.
    
Meski hasilnya dipediksi baru terlihat dua atau tiga tahun kedepan, namun upaya ini dinilai lebih menguntungkan karena produksi tanaman dengan tunas baru tersebut lebih tinggi. Upaya itu juga efektif mempercepat produksi buah dibanding dengan penanaman tanaman baru yang baru dapat berproduksi pada umur 4-5 tahun.
    
Selain pelaksanaan demplot, pemerintah juga menggalakan program peremajaan lain untuk meningkatkan produktifitas tanaman mete. Tahun 2012, dua daerah di Sultra yakni Buton Utara dan Muna terpilih menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut dengan luas lahan masing-masing 100 hektar. Edukasi dan upaya pembinaan juga terus diupayakan pada daerah lain yang mempunyai potensi pengembangan tanaman tahunan itu kedepan. (Cr7/kp)     
 
Tag : pasar,mete

Baca Juga

© 2013 ANOAnews.com. All Rights Reserved.